Kudjang Raksasa Kampung Naga Tugu Terbesar di Dunia



Wisata Kampung Naga - Masyarakat Kampung Naga di Desa Neglasari Kec Salawu Kab Tasikmalaya akhirnya menjadi saksi diresmikannya Tugu Kujang Pusaka, Kamis (16/4) oleh Gubernur Ahmad Heryawan. Peresmian tersebut sekaligus mengukuhkan tugu tersebut sebagai yang terbesar di dunia saat ini.

Bangunan tugu tersebut selain menjadi yang terbesar, juga menjadi lambang kuatnya budaya sunda yang ada di Jawa Barat. Itu dikatakan sesepuh adat Kampung Naga, Ade Suherlin, saat memberi keterangan kepada pers seusai peresmian. Menurut dia, senjata Kujang memiliki makna yang sangat berarti bagi masyarakat sunda. Itu karena, menurut Ade, senjata kujang di masa lalu adalah senjata khas dan menjadi andalan urang sunda dalam memperkuat pertahanan diri saat bertempur.

''Karenanya kami sangat bangga tugu ini ada disini, bukan di tempat atau kota lain,''ujar dia. Besarnya tugu tersebut terlihat dari bangunan kujang yang menjulang tinggi.Tingginya diperkirakan mencapai 3 meter. Kujang raksasa tersebut ditopang oleh sebuah bangunan persegiempat yang terbuat dari beton. Menurut Ade, kujang raksasa tersebut dibuat dan ditempa oleh 40 empu yang biasa membuat kujang.

Selain itu, yang membuat kujang tersebut istimewa, karena bahan baku pembuatannya berasal dari leburan senjata pusaka yang dimiliki 900 kerajaan yang ada di nusantara. Banyaknya leburan bahan baku itu, menurut Ade, membuat pembuatannya memakan waktu 40 hari lebih. Pengerjaannya sendiri sudah dilakukan sejak Desember tahun lalu.

''Karenanya, meski melibatkan 40 empu tetap saja prosesnya memakan waktu lama,''tutur dia. Sebelum tugu tersebut berdiri, gagasan pembuatan sudah dilontarkan Kepala Polwil Priangan, Kombes Anton Charliyan. Kemudian, setelah gagasan itu direspon oleh pemerintah setempat dan pengusaha, pendirian tugu awalnya direncanakan ada di Lapangan Gazebo, Kota Bandung.

Sementara itu menurut Bupati Tasikmalaya, Tatang Farhanul Hakim, pendirian Tugu Kujang di Kampung Naga memiliki dua elemen yang sangat penting. Yakni, melambangkan kuatnya budaya sunda dengan semangatnya yang membara dan juga melambangkan betapa tingginya penghargaan masyarakat kepada kampung kuno, Kampung Naga.

''Sudah lama Kampung Naga dikenal sebagai kampung wisata karena kekukuhan mempertahankan adat istiadat asli,''ujar Tatang. Karena itu, menurut dia, dengan potensi pariwisata yang ada, seharusnya keberadaan tugu tersebut bisa membawa dampak yang positif di kemudian hari. 

Walaupun berada di perbatasan Garut Tasik, akan tetapi banyak para wisatawan yang sedang berlibur ke Garut mengunjungi Desa Wisata Kampung Adat Tradisional Kampung Naga dengan bantuan pemandu wisata dari Team HDG yang beralamat di website www.hoteldigarut.net.



Posted by: HDG Team Trip Planner Tour Organizer
Hotel di Garut Updated at: 18.32